Post Reply Post Thread 
Dewa 19 Dan Peran Peran Pencitraan Media TV #1
AuthorMessage
dody19
Member
***


Posts: 62
Group: Registered
Joined: Feb 2002
Status: Offline
Post: #1
Dewa 19 Dan Peran Peran Pencitraan Media TV #1

Sejarah media mengajarkan bahwa kepopuleran hingga kemunduran dan perang diplomasi sangat tergantung kemampuan artis menggunakan televisi. Televisi (selanjutnya disingkat TV) telah menjamur di bumi Nusantara ini. Ada lebih dari 10 stasiun TV, itu belum TV komunitas yang sedang menjamur sekarangt ini. TV menjadi barang yang wajib dipunya oleh keuarga, tengoklah ruang keluarga setiap rumah di zaman posmodern ini, pasti 9 dari 10 rumah/keluarga mempunyai televisi.
Nah, rupanya dari sanalah dunia selebritis kita dipandu. Ingat, bahwa infotaintment-infotaimnet yang ada di TV muncul setiap pagi, siang dan sore. Ini yang membentuk citra selebritis, dan terutama DEWA 19. Ketika Dewa 19 tersandung masalah keluarnya Ari Lasso, maka kemudian, pagi, siang dan sore berita infotaintment didominasi oleh keluarnya Ari Lasso dari Dewa 19. Apalagi jika dilihat ternyata bahwa berita keluarnya Ari Lasso dari Dewa 19, oleh salah satu infotainment terkemuka dinobatkan menjadi No. 2 berita yang sering ditayangkan dalam sejarah infotainment. Ini juga menjadikan ”politik pencitraan Dewa19” begitu lekat dimata masyarakat, bahwa Dewa 19 identik dengan Ari Lasso, dan Ari Lasso adalah mantan Vokalis Dewa 19. Simak juga berita-berita tentang Ari Lasso, sampai sekarang pun, jika media (koran, majalah, tabloid, TV) memberitakan Ari Lasso, pasti masih memberi embel-embel “mantan vokalis Dewa19”. Sosok Ari memang sangat sulit dilepaskan dari Dewa19.
Sayangnya, ”politik pencitraan” pada saat seputar hengkangnya Ari Lasso dari Dewa 19, di penuhi oleh berita-berita yang menyudutkan Dewa 19 (baca : Ahmad Dhani). Sampai sekarang pun, jika diadakan polling, atau jajak pendapat, maka sebagian besar audiens, bahkan mungkin mayoritas, akan mengatakan bahwa keluarnya Ari Lasso karena arogansi Dewa 19 (Ahmad Dhani). Padahal, premis tersebut sudah berusaha dipatahkan sendiri, bahkan oleh Ari, dalam Hai Klipnya misalnya: Ari menyatakan bahwa proses keluarnya dari DEWA 19 murni karena keinginannya sendiri. Namun opini publik (melalui TV) terlanjur menstigma bahwa Ari Keluar dari Dewa 19, karena arogansi Dhani.
Sampai sekarangpun, jika diperhatikan, media (TV, Koran, Majalah, Tabloid dll) seringkali menampilkan Dewa19 dan Ari Lasso dalam posisi saling berhadap-hadapan. Maksudnya bukan berarti berhadap-hadapan saling baku hantam. Tapi berhadap-hadapan merebut porsi jam tayang dan penonton pendukung serta rating. Simak saja beberapa kali acara konser Dewa19 dan Ari Lasso yang digelar serempak di dua stasiun TV berbeda. Dalam dataran ilmu psykologi, inilah cara yang ampuh untuk ”mematri” kesadaran penonton bahwa Ari Lasso adalah mantan vokalis Dewa19, dan Dewa19 adalah identik dengan Ari Lasso. Entah benar atau tidak, memang ada usaha-usaha untuk tetap mengingatkan korelasi antara Ari Lasso dengan Dewa 19. Meskipun Dhani sudah berusaha mati-matian memupus image itu, dengan misalnya, menerbitkan album Atas Nama Cinta yang sebagian berisi lagu-lagu Dewa yang dahulu dinyanyikan Ari Lasso, kemudian coba di nayanyikan Once dengan nada dan irama yang khas Once. Terkesan ingin memupus bayang-bayang Ari Lasso dari lagu-lagu lama yang sudah identik dengan Ari
Sekali lagi narasi besar media ikut bermain didalamnya.
Sayangnya kemudian Dhani, sebagi leader Dewa19, tidak bisa menangkal ini semua dengan baik. Bahkan terkesan kontra produktif. Padahal dalam zaman posmodern, berkomunikasi dengan TV hanya membutuhkan waktu singkat saja, tidak bertele-tele dan tidak arogan. Sampai sekarangpun, ungkapan-ungkapan Dhani jika diwawancara TV, tidak memperlihatkan perubahan signifikan. Ungkapannya khas Jawa Timur, Surabaya: Pelit Senyum, Komentar yang pedas, dan guyonannya kasar. Padahal pemirsa TV tidaklah homogen, pemirsa TV adalah masyarakat yang sangat heterogen dan sangat stratified sangat beragam, dan pembelaan yang seringkali terlontar dari mulut Dhani: ”Bahwa memang ini karakter saya, bahwa memang ini ciri khas saya, karena saya orang surabaya, arek jawa timur”, dalam bahasa media TV tidak bisa dijadikan alasan pembenar apalagi alasan pemaaf. Sebab sosok selebriti dan artis dalam dunia posmodern yang sudah menggila ini, dianggap sebagai panutan. Dan sosok panutan oleh pemirsa tidak ditempatkan pada pihak yang harus di pahami dan dimengerti, namun justru pada pihak yang harus mengerti dan memahami keinginan pemirsa. Hukum pasar lah yang berbicara disini.
Ruang Keluarga dengan TV adalah pengadilan terbesar bangsa, begitu Garin Menulis. Pengadilan untuk simpati dan tidak simpati, hormat dan tidak hormat, menunggu dan tidak menunggu. Sebuah ruang kaca tempat mana setiap orang bisa mengeluarkan hujatan, cacian, makian, sanjungan, pujian, langsung pada saat berita itu ada. TV telah mengajarkan pada rakyat Indonesia tentang Demokrasi yang sebenarnya. Jika kita tidak suka dengan Presiden kita pun, pada saat beliau sedang berpidato di TV, kita bisa mematikannya saat itu juga. Bahkan ada pendukung sepakbola yang membanting TV nya hanya karena kesebelasan kesayangannya yang selalu ditonton di TV, selalu mengalami kekalahan.
Nah, ini ternyata terjadi juga terhadap Dewa 19 (Dhani). Kasus perseteruannya dengan Yudhistira Massardi, Penulis Novel ”Arjuna Mencari Cinta”, kemudian tuduhan plagiat dalam beberapa lagu Dewa 19 dan Dewa (Arjuna Mencari Cinta, Cinta Adalah Misteri, dll), ditambah konfliknya dengan Ormas Islam FPI mengenai logo dalam sampul kaset Laskar Cinta. Hingga yang paling parah adalah: ’Tuduhan bahwa Dhani adalah Antek, keturunan, kakai tangan Yahudi”. Jangan lupakan bahwa masyarakat Indonesia, masih sangat sensitif dengan isu-isu SARA dan Agama. Masyarakat Indonesia belum terdidik dalam menangkap komunikasi dan informasi. Itulah yang terjadi pada diri Ahmad Dhani dan Dewa19. Meskipun Dewa19 (Dhani sudah berusaha meng-counter) dengan permintaan maaf dan penggantian logo cover album Laskar Cinta, namun tetap saja kasus ini memukul Dewa19, dan berimbas negatif terhadap pencitraan grup band ini. Maka jangan heran bila kemudian Album Laskar Cinta ”hanya” laku beberapa ribu keping. Padahal dilihat dari sisi musikalitas, inilah album Dewa terberat: artinya dari sisi permainan musik dan tekhnik bermusik mengalami kemajuan pesat. Dan memang secara filosofi, album laskar cinta inilah yang seharusnya dijadikan pijakan awal untuk go internasional/go asia sebalum album selanjutnya (Republik Cinta). Namun ternyata ”musibah” yang menimpa Dewa19 pada album ”Laskar Cinta” mereposisi strategi Dewa19. Meskipun juga sudah di counter dengan baik oleh Dhani Cs dengan Lagu Laskar Cinta yang fenomenal, namun tetap saja image dan pencitraan Dewa 19 sebagai Band yang penuh masalah dan sempat menghina salah satu agama terbesar di Indonesia tetap saja melekat di hati Masyarakat terutama remaja ABG.
Belum lagi kemuncullan band-band ”kemaren sore” yang langsung meroket dan melambung ke belantika musik Nasioanal. Sebut saja Peter Pan, Samson, dan Radja (band yang terakhir ini sebenarnya bukan band ”kemaren sore”, karena sudah tiga album di produksi) yang menjadikan peta persaingan menjadi berubah dan makin ketat dan kompetitif. Disisi lain lagu-lagu yang disodorkan oleh ke tiga Band itu sangat ”ABG SEKALE” : Manis, melankonis, mendayu, dan memberi mimpi yang indah” beda dengan karakter lagu Dewa 19 sekarang yang sudah ber-metamorfosis:keras, cepat, dan riliknya realistis. Justru karakter lagu-lagu seperti Dewa19 semasa Ari Lasso lah yang bisa di jadikan ”lawan” untuk menghadapi band seperti tersebut diatas. Dan rupanya ini ditangkap dengan baik oleh Dhani Cs dengan Album Republik Cinta nya yang menghadirkan lagu-lagu sperti : Larut, Emotional Love Song, Flower In The Desert, Selimut Hati .
Namun ternyata, ”pesaing-pesaing” Dewa 19 itu pun tidak kalah cerdik. Mereka juga memanfaatkan TV untuk menjaga image, pencitraan dan popularitas. Lihat saja berita-berita Infotainment seputar Ariel Peter Pan, yang tidak bernuansa SARA, serta meskipun menyudutkan Ariel, namun Ariel kemudian muncul dengan ”settingan” tokoh yang adem, mengayomi, santun, dan kalimatnya tertata dengan baik dan mampu menepis isu dan gossip yang menimpanya dengan baik : lengkap sebagai aktor protagonis. (Bandingkan dengan Dhani sebagai leader dan front man Dewa19 yng mempunyai pencitraan Antagonistik: Keras, Kasar, Guyonannya Nylekit/menusuk, dan terkesan menggurui). Inilah salah satu hal yang membuat Ariel dan Peter Pan begitu sangat melambung dan dipuja-puji oleh masyarakat luas, terutama remaja ABG. . Belum lagi Bams Samson, sang Vokalis, yang berusaha membangun citra dengan seringnya tampil di infotaintment. Simak saja pencitraan dirinya yang ; sederhana, rendah hati, tidak sombong, murah senyum dan menebar gossip dengan artis muda!
Hal yang sama juga terjadi pada Radja. Ian Kasela selalu tampil penuh percaya diri denga kaca mata hitamnya, namun tetap low profile dan merendah. Belum lagi kejutan dari Padi: yang membintangi iklan salah satu Mie Instant, nampaknya juga sedang membangun image dan pencitraan tersendiri, Lihat saja dari iklan Mie Instant tersebut yang membangun image :Mie Instant yang merakyat, di sukai seluruh masyarakat hingga ke pelosok desa, pinggiran sawah, tempat Padi menguning dan siap panen. Sebangun dengan misi Padi yang menginginkan sebagai Band yang membumi, tidak melangit, disukai masyarakat hingga keseluruh lapisan hingga pelosok desa di pinggiran gunung dan sawah.
Namun setidak nya dari tulisan yang panjang (dan tidak sempurna ini) setidaknya ada masukan-masukan kajian dan perenungan untuk kita (Baladewa) dan Dhani Cs (Dewa19) : bahwa dalam zaman Posmodern Capitalistik yang semakin gila ini, politik pencitraan dan image yang dibuat oleh TV sangat menentukan keberhasilan dari target yang ingin di capai.
To be continued.....


dody
13-05-2006 07:40 PM
Visit this user's websiteFind all posts by this user Quote this message in a reply
Post Reply Post Thread 

Possibly Related Threads...
Thread:AuthorReplies:Views:Last Post
  Khas utk DEWA! zouk 4 611 23-11-2008 12:01 AM
Last Post: Yeye

View a Printable Version
Send this Thread to a Friend
Subscribe to this Thread | Add Thread to Favorites

Forum Jump: